Analisis Makna Simbolisme Arsitektural Dalam Ornamen Kuil Palani Andawer Di Banda Aceh

Ahmad Mas'ul Hulu, 210701045 (2026) Analisis Makna Simbolisme Arsitektural Dalam Ornamen Kuil Palani Andawer Di Banda Aceh. Skripsi thesis, Universitas Islam Negeri Ar-Raniry Banda Aceh.

[thumbnail of Semiotika peirce] Text (Semiotika peirce)
1Tugas Akhir TA. Ahmad Mas'ul Hulu-_watermark.pdf
Available under License Creative Commons Attribution.

Download (11MB)

Abstract

Kuil Palani Andawer di Banda Aceh merupakan satu-satunya kuil Hindu Tamil di Aceh dan berfungsi sebagai simbol identitas komunitas minoritas di tengah masyarakat mayoritas Muslim. Permasalahan yang diangkat dalam penelitian ini adalah bagaimana ragam ornamen arsitektural kuil dapat dipahami maknanya, mengingat ornamen tersebut berpotensi ditafsirkan secara berbeda antara komunitas pemilik dan masyarakat sekitar yang berbeda latar belakang budaya dan agama. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan ragam ornamen arsitektural kuil, menganalisis makna simbolisnya dalam perspektif Hindu Dravida, serta mengungkap perbedaan interpretasi antara komunitas Hindu Tamil dan masyarakat Aceh lokal, sekaligus mengkaji peran ornamen dalam memperkuat identitas sosial kedua kelompok tersebut. Penelitian menggunakan metode kualitatif-deskriptif dengan pendekatan semiotika triadik Charles S. Peirce (Representamen–Objek–Interpretant), di mana tanda diklasifikasikan sebagai ikon, indeks, atau simbol. Data diperoleh melalui wawancara mendalam terhadap delapan narasumber, observasi lapangan, dan studi pustaka. Hasil penelitian menunjukkan bahwa lima belas ornamen kuil bekerja secara triadik dan mengalami pergeseran makna yang sistematis ketika ditafsirkan lintas kelompok, mulai dari kehilangan makna total hingga substitusi ke skema budaya lokal. Penelitian juga menemukan bahwa retensi nama dewa lebih ditentukan oleh kekhasan pose ikonografis, bukan oleh posisi sentral dalam ruang. Berdasarkan data denah dan wawancara, ornamen kuil turut dibaca sebagai penanda potensi perubahan kebiasaan bersikap peziarah melalui posisinya pada zona aksial, mulai dari zona ambang, zona transisi, hingga inti sakral. Kebaruan penelitian ini terletak pada penerapan konsep Habit-Change Peirce pada arsitektur sakral diaspora minoritas, yang jarang dieksplorasi dalam kajian semiotika arsitektur sebelumnya, serta pada temuan bahwa hierarki ikonografis dapat melampaui hierarki spasial dalam pembentukan retensi makna. Dapat disimpulkan bahwa toleransi antarumat di Kampung Keudah tidak bertumpu pada kesamaan pemahaman teologis, melainkan pada kesamaan pengenalan fungsi ritual ornamen. Temuan ini diharapkan dapat menjadi rujukan bagi perancangan maupun konservasi rumah ibadah komunitas minoritas di wilayah dengan regulasi keagamaan yang ketat, sekaligus memperkaya model toleransi berbasis fungsi bagi kajian arsitektur sakral lintas budaya di masa mendatang.

Kata kunci : Semiotika Peirce, rnamen arsitektural, Kuil Palani Andawer, Habit-Change, toleransi beragama.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Subjects: 700 Arts and Recreation > 720 Architecture (Arsitektur) > 725 Arsitektur Stuktur Umum > 725.9 Arsitektur Struktur Umum
Divisions: Fakultas Sains dan Teknologi > S1 Arsitektur
Depositing User: AHMAD MAS'UL
Date Deposited: 28 Aug 2026 12:27
Last Modified: 28 Aug 2026 12:27
URI: https://repository.ar-raniry.ac.id/id/eprint/60094

Actions (login required)

View Item
View Item