Propolis Sebagai Syifā’ Dalam Al-Qur’an Surah Al-Nahl Ayat 69 (Studi Analisis Perbandingan Penafsiran Klasik dan Kontemporer)

Marzatillah, 241006020 (2026) Propolis Sebagai Syifā’ Dalam Al-Qur’an Surah Al-Nahl Ayat 69 (Studi Analisis Perbandingan Penafsiran Klasik dan Kontemporer). Tesis thesis, Universitas Islam Negeri Ar-Raniry Banda Aceh.

[thumbnail of Propolis, Syarābun, Surah Al-Nahl ayat 69] Text (Propolis, Syarābun, Surah Al-Nahl ayat 69)
TESIS-Marzatillah 241006020.pdf - Published Version
Available under License Creative Commons Attribution.

Download (1MB)

Abstract

Al-Qur’an surah al-Nahl ayat 69 menyebutkan bahwa dari perut lebah keluar cairan (syarābun) yang mengandung syifā’ bagi manusia. Namun Al-Qur’an tidak menyebutkan secara spesifik maksud syarābun tersebut. Jika merujuk dalam kitab tafsir Ibnu Katsir, beliau memaknai kata syarābun sebagai madu, sementara mufasir kontemporer seperti Zaghlul al-Najjar memperluasnya hingga mencakup propolis yang dalam temuan sains modern juga disebut sebagai produk lebah lain yang berkhasiat penyembuhan. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk melihat bagaimana penafsiran Ibnu Katsir dan Zaghlul al-Najjar terhadap kata syarābun, serta bagaimana bentuk perluasan maknanya dari madu menuju propolis secara komparatif. Penelitian ini menggunakan teori Metodologi Tafsir al-Dhahabi, teori I’jāz ‘Ilmī al-Zindani, dan teori keumuman lafaz Mannā’ al-Qaṭṭān. Metode yang digunakan adalah komparatif dengan pendekatan studi kepustakaan (library research) dan analisis tahlili yang berfokus pada lafaz syarābun. Hasil penelitian menunjukkan Ibnu Katsir menafsirkan kata syarābun secara spesifik sebagai madu, sedangkan Zaghlul al-Najjar memperluas maknanya sebagai seluruh cairan dari perut lebah pekerja, termasuk propolis (al-‘Ikbir). Perluasan ini terjadi melalui pergeseran pendekatan dari riwayat menuju sains, serta memiliki legitimasi kebahasaan karena syarābun secara bahasa bersifat umum. Penelitian ini menyimpulkan bahwa perluasan makna dari madu ke propolis bukan perubahan makna, melainkan penyingkapan makna yang sudah terkandung sejak awal, namun baru terbuka setelah sains modern membuktikan khasiat dan kandungannya.

Item Type: Thesis (Tesis)
Subjects: 200 Religion (Agama) > 2X0 Islam > 2X1 Al-Qur'an dan ilmu yang berkaitan > 2X1.3 Tafsir Al-Qur'an
Divisions: Program Pascasarjana > S2 Ilmu Al-Quran dan Tafsir
Depositing User: Marzatillah Marzatillah
Date Deposited: 28 Aug 2026 08:19
Last Modified: 28 Aug 2026 08:19
URI: https://repository.ar-raniry.ac.id/id/eprint/60179

Actions (login required)

View Item
View Item