Implementasi Akad ji’ālah pada Penjualan Produk Perabot Kayu oleh Pedagang Perabot Keliling (Studi pada Gudang Kayu Istana Jambo di Tungkop Kec. Darussalam Aceh Besar).

Amna Zaifhonna, 220102158 (2026) Implementasi Akad ji’ālah pada Penjualan Produk Perabot Kayu oleh Pedagang Perabot Keliling (Studi pada Gudang Kayu Istana Jambo di Tungkop Kec. Darussalam Aceh Besar). Skripsi thesis, Universitas Islam Negeri Ar-Raniry Banda Aceh.

[thumbnail of Pembahasan tentang implementasi akad ji'alah pada penjualan produk perabot kayu oleh pedagang keliling] Text (Pembahasan tentang implementasi akad ji'alah pada penjualan produk perabot kayu oleh pedagang keliling)
Amna Zaifhonna, FSH, HES,lengkap.pdf.pdf - Published Version
Available under License Creative Commons Attribution.

Download (1MB)

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh praktik kerja sama antara pemilik usaha gudang kayu Istana Jambo dengan pedagang perabot keliling di Tungkop Kec. Darussalam Kab. Aceh Besar, yang dilakukan secara lisan, dengan fee yang tidak ditetapkan secara nominal sejak awal serta pembebanan tanggung jawab atas produk selama pemasaran. Kondisi tersebut menimbulkan persoalan dalam perspektif Hukum Ekonomi Syariah terkait kesesuaian antara fee dan pembagian risiko dengan akad ji’ālah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bentuk kesepakatan kerja sama, mengkaji sistem fee dan pembagian risiko, serta menilai kesesuaiannya dengan akad ji’ālah. Penelitian ini menggunakan pendekatan normatif-empiris dengan jenis penelitian kualitatif deskriptif. Data diperoleh melalui wawancara dan dokumentasi, kemudian dianalisis berdasarkan fiqh muamalah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kesepakatan dilakukan secara lisan tanpa batas waktu dan target penjualan, dengan becak disediakan pemilik usaha serta kebebasan pedagang keliling dalam menentukan metode pemasaran dan harga jual di atas harga dasar. Fee berupa selisih harga jual dan harga dasar hanya diperoleh setelah produk terjual sehingga besarannya tidak pasti sejak awal. Pedagang keliling menanggung risiko tidak terjualnya produk, kehilangan, kerusakan, dan penurunan kualitas produk selama pemasaran, sedangkan pemilik hanya menanggung risiko produk tidak terjual dan tertahannya modal. Meskipun kedua pihak menanggung risiko, beban pedagang relatif lebih besar. Ditinjau dari akad ji’ālah, sistem fee telah mencerminkan imbalan berdasarkan prestasi dan sifat fleksibel dalam pemasaran. Namun, ketidakpastian besaran fee dan pembagian risiko yang belum proporsional menyebabkan praktik tersebut belum sepenuhnya sesuai dengan syarat dan ketentuan akad ji’ālah serta belum memenuhi prinsip keadilan (al-‘adl) dalam fiqh muamalah.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Keywords (Kata Kunci): Fee, Pedagang Keliling, Pembagian Risiko, Ji’āla
Subjects: 200 Religion (Agama) > 2X0 Islam > 2X4 Fiqih > 2X4.2 Mu'amalat > 2X4.29 Aspek Muamalat Lainnya
300 Sociology and Anthropology (Sosiologi dan Antropologi) > 330 Economics (Ilmu Ekonomi)
Divisions: Fakultas Syariah dan Hukum > S1 Hukum Ekonomi Syariah
Depositing User: Amna Zaifhonna
Date Deposited: 31 Aug 2026 01:49
Last Modified: 31 Aug 2026 01:49
URI: https://repository.ar-raniry.ac.id/id/eprint/60339

Actions (login required)

View Item
View Item