Nazela Maharami, 220402040 (2026) Persepsi Mahasiswa Fakultas Dakwah dan Komunikasi Uin Ar-Raniry terhadap Pemanfaatan Tiktok sebagai Pendukung Layanan Konseling. Al-Isyraq: Jurnal Bimbingan, Penyuluhan, dan Konseling Islam, 9 (2): 6. pp. 561-580. ISSN 2685-8509
Nazela Maharami , 220402040, FDK, BKI.pdf - Published Version
Available under License Creative Commons Attribution.
Download (2MB)
Abstract
Perkembangan media sosial telah mendorong transformasi penyebaran informasi kesehatan mental dan pemanfaatan layanan konseling berbasis digital, salah satunya melalui TikTok. Penelitian terdahulu umumnya membahas TikTok sebagai media psikoedukasi dan peningkatan literasi kesehatan mental secara umum, sementara kajian mengenai persepsinya sebagai media pendukung layanan konseling di kalangan mahasiswa Fakultas Dakwah dan Komunikasi masih terbatas. Penelitian ini bertujuan menganalisis persepsi mahasiswa Fakultas Dakwah dan Komunikasi UIN Ar-Raniry terhadap pemanfaatan TikTok sebagai media pendukung layanan konseling, mencakup manfaat, faktor pendukung, dan keterbatasannya. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis deskriptif. Informan berjumlah 10 mahasiswa yang dipilih melalui purposive sampling. Data dikumpulkan melalui wawancara semi-terstruktur dan dokumentasi, lalu dianalisis menggunakan model interaktif Miles dan Huberman (reduksi data, penyajian data, penarikan kesimpulan), dengan keabsahan data diuji melalui triangulasi sumber. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mahasiswa memiliki persepsi positif terhadap TikTok sebagai media pendukung layanan konseling. TikTok dimanfaatkan untuk memperoleh informasi kesehatan mental, meningkatkan pemahaman kondisi psikologis, dan memberikan dukungan emosional awal. Kemudahan akses, penyajian konten menarik, dan algoritma For You Page (FYP) menjadi faktor pendorong utama. Namun, mahasiswa juga menyadari keterbatasan seperti variasi kredibilitas informasi, risiko self-diagnosis, dan belum meratanya kompetensi profesional kreator konten. Penelitian ini menyimpulkan bahwa TikTok berpotensi sebagai media psikoedukasi dan pendukung layanan konseling digital, namun belum dapat menggantikan peran konselor profesional dalam memberikan layanan konseling yang komprehensif.
| Item Type: | Article |
|---|---|
| Keywords (Kata Kunci): | kesehatan mental; konseling digital; media sosial; TikTok. |
| Subjects: | 100 Philosophy and Psychology > 150 Psychology (Psikologi/Ilmu Jiwa) |
| Divisions: | Fakultas Sains dan Teknologi > S1 Teknologi Informasi |
| Depositing User: | Nazela Maharami |
| Date Deposited: | 31 Aug 2026 04:04 |
| Last Modified: | 31 Aug 2026 04:04 |
| URI: | https://repository.ar-raniry.ac.id/id/eprint/60397 |
