Koordinasi Dinas Kesehatan dengan Stakeholder dalam Penanggulangan Difteri pada Anak di Kota Banda Aceh

Ritia Azzahra, 220802090 (2026) Koordinasi Dinas Kesehatan dengan Stakeholder dalam Penanggulangan Difteri pada Anak di Kota Banda Aceh. Skripsi thesis, Universitas Islam Negri Ar-Raniry Banda Aceh.

[thumbnail of Koordinasi, Dinas Kesehatan, Stakeholder, Difteri, Imunisasi] Text (Koordinasi, Dinas Kesehatan, Stakeholder, Difteri, Imunisasi)
RITIA AZZAHRA, 220802090, FISIP, IAN_watermark.pdf - Published Version
Available under License Creative Commons Attribution.

Download (8MB)

Abstract

Difteri merupakan penyakit menular yang masih menjadi perhatian dalam kesehatan masyarakat, terutama pada anak. Peningkatan kasus difteri di Kota Banda Aceh menunjukkan bahwa upaya penanggulangan penyakit ini tidak cukup hanya melalui intervensi medis, tetapi juga memerlukan koordinasi dan kolaborasi yang efektif antarstakeholder dalam pelaksanaan program imunisasi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis koordinasi Dinas Kesehatan dengan stakeholder dalam penanggulangan difteri pada anak di Kota Banda Aceh, serta melihat faktor pendukung dan penghambatnya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Data diperoleh melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Informan penelitian terdiri dari Dinas Kesehatan Kota Banda Aceh, Puskesmas Ulee Kareng, Posyandu, dan masyarakat. Analisis penelitian menggunakan teori stakeholder Bryson untuk melihat peran dan keterlibatan stakeholder dalam penanggulangan difteri. Hasil penelitian menunjukkan bahwa koordinasi berjalan secara vertikal antara Dinas Kesehatan, Puskesmas, Posyandu, dan masyarakat. Dinas Kesehatan berperan sebagai koordinator dan pengawas, Puskesmas sebagai pelaksana teknis, Posyandu dan kader membantu menjangkau masyarakat, sedangkan masyarakat menjadi penerima program sekaligus penentu keberhasilan imunisasi anak. Faktor pendukung koordinasi meliputi kewenangan Dinas Kesehatan, dukungan Puskesmas, peran Posyandu dan kader, sistem pelaporan, serta penerimaan sebagian masyarakat terhadap imunisasi. Hambatannya yaitu rendahnya keyakinan masyarakat, kekhawatiran terhadap efek samping imunisasi, isu halal-haram, pengaruh media sosial, dan keputusan keluarga. Penelitian ini merekomendasikan agar penanggulangan difteri pada anak di Kota Banda Aceh perlu diperkuat melalui koordinasi antarstakeholder, edukasi masyarakat, dan peningkatan kepercayaan terhadap imunisasi.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Subjects: 500 Sciences (Ilmu Pengetahuan Alam dan Matematika) > 570 Biology (Biologi, Ilmu Hayat) > 579 Mikro Organisme, Fungi, Algae(alga Ganggang)
Divisions: Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Pemerintahan > S1 Ilmu Administrasi Negara
Depositing User: Ritia Tia Martiana
Date Deposited: 31 Aug 2026 06:50
Last Modified: 31 Aug 2026 06:50
URI: https://repository.ar-raniry.ac.id/id/eprint/60398

Actions (login required)

View Item
View Item