Teknik Multiplikasi Tanaman Nilam (Pogostemon cablin Benth) Secara kultur Jaringan menggunakan ZPT Air Kelapa Muda (Cocos nucifera)

Seri Murah, 200703021 (2026) Teknik Multiplikasi Tanaman Nilam (Pogostemon cablin Benth) Secara kultur Jaringan menggunakan ZPT Air Kelapa Muda (Cocos nucifera). Skripsi thesis, Universitas Islam Negeri Ar-Raniry Banda Aceh.

[thumbnail of membahas tentang biologi] Text (membahas tentang biologi)
SERI MURAH, 200703021, FST, BIO.pdf - Published Version
Available under License Creative Commons Attribution.

Download (4MB)

Abstract

Tanaman nilam (Pogostemon cablin Benth) merupakan salah satu jenis tanaman penghasil minyak atsiri yang memiliki nilai ekonomi yang tinggi dan dimanfaatkan dalam bidang industri farmasi, kosmetik, parfum, serta aromaterapi. Peningkatan permintaan minyak nilam mendorong perlunya pengembangan teknik perbanyakan tanaman yang efektif, cepat, dan berkualitas melalui kultur jaringan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh berbagai konsentrasi air kelapa muda sebagai zat pengatur tumbuh (ZPT) alami terhadap keberhasilan multiplikasi tanaman nilam secara kultur jaringan serta menentukan konsentrasi optimal yang mampu meningkatkan pertumbuhan eksplan. Penelitian ini menggunakan Rancang Acak Lengkap (RAL) dengan satu faktor perlakukan berupa konsentrasi air kelapa muda yaitu P₀ ( tanpa air kelapa), P₁ (150 mL/L), P₂ (200 mL/L), P₃ (250 mL/L), masing-masing diulang sebanyak tiga kali. Parameter yang diamati meliputi jumlah tunas, panjang tunas, jumlah daun, waktu muncul akar, dan presentase eksplan hidup. Data dianalisis menggunakan uji ANOVA dan dilanjutkan dengan uji BNJ. Hasil penelitian menunjukan bahwa penambahan air kelapa muda memberikan pengaruh nyata terhadap jumlah tunas tanaman nilam pada umur 4 dan 6 MST. Perlakuan terbaik diperoleh pada konsentrasi 150 mL/L (P₁) dengan jumlah tunas tertinggi 4,33 tunas pada umur 8 Minggu Setelah Tanaman (MST), di parameter panjang tunas konsentrasi 150-200 mL/L menunjukan hasil yang lebih baik, pada pertumbuhan jumlah daun konsentasi 150–200 mL/L merupakan konsentrasi terbaik dalam mendukung pertumbuhan daun dan pada konsentrasi 250 mL/L terbukti lebih efektif merangsang pertumbuhan akar, presentase eksplan yang hidup yang terbaik pada konsentasi 150 m/L yaitu 77,78 %, Sementara itu, konsentrasi yang terlalu tinggi cenderung menurunkan pertumbuhan tunas akibat ketidakseimbangan hormon dalam media kultur. Penelitian ini menunjukan bahwa air kelapa muda berpotensi digunakan sebagai alternatif ZPT alami yang efektif, ekonomis, dan ramah lingkungan dalam teknik multiplikasi tanaman secara kultur jaringan.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Subjects: 500 Sciences (Ilmu Pengetahuan Alam dan Matematika) > 570 Biology (Biologi, Ilmu Hayat) > 571 Fisiologi dan Subjek berkaitan
Divisions: Fakultas Sains dan Teknologi > S1 Biologi
Depositing User: Seri Murah
Date Deposited: 31 Aug 2026 04:46
Last Modified: 31 Aug 2026 04:46
URI: https://repository.ar-raniry.ac.id/id/eprint/60554

Actions (login required)

View Item
View Item