Peran Guru Dalam Mendukung Program Gerakan Literasi Sekolah Bagi Siswa Berkebutuhan Khusus Di SLB TNCC Banda Aceh

Tazkiya Rahmah, 220503029 (2026) Peran Guru Dalam Mendukung Program Gerakan Literasi Sekolah Bagi Siswa Berkebutuhan Khusus Di SLB TNCC Banda Aceh. LIBRIA: Library of UIN Ar-Raniry, 18 (2). pp. 1-12. ISSN 2549-8606 (Submitted)

[thumbnail of Gerakan Literasi Sekolah, peran guru, siswa berkebutuhan khusus, media ajar, SLB] Text (Gerakan Literasi Sekolah, peran guru, siswa berkebutuhan khusus, media ajar, SLB)
Tazkiya Rahmah (220503029)_watermark.pdf - Submitted Version
Available under License Creative Commons Attribution.

Download (1MB)

Abstract

Gerakan Literasi Sekolah (GLS) merupakan program strategis pendidikan nasional untuk menumbuhkan budaya literasi, namun implementasinya di satuan pendidikan khusus menghadapi tantangan yang lebih kompleks akibat keragaman karakteristik siswa berkebutuhan khusus. Penelitian ini bertujuan untuk memahami bentuk-bentuk peran guru dalam mendukung program GLS, strategi mediasi yang diterapkan pada enam dimensi literasi dasar Gerakan Literasi Nasional (GLN), serta kontribusi peran tersebut terhadap keberhasilan program literasi bagi siswa berkebutuhan khusus di SLB TNCC Banda Aceh. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus melalui observasi non-partisipan dan wawancara terstruktur terhadap tiga informan, yaitu kepala sekolah, kepala perpustakaan, dan penanggung jawab GLS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru berperan sebagai perancang mekanisme kegiatan, mediator di ruang kelas, serta penyusun laporan program, yang didukung oleh kepala perpustakaan sebagai penyedia media ajar dan kepala sekolah sebagai pemantau kegiatan. Guru menerapkan strategi mediasi yang disesuaikan dengan karakteristik masing-masing dimensi literasi, meskipun dari sembilan media ajar aksesibel yang direkomendasikan, hanya sebagian yang dimanfaatkan secara optimal. Pelaksanaan GLS masih menghadapi kendala seperti kurangnya fokus siswa, keterlambatan kehadiran, benturan jadwal, serta keterbatasan panduan teknis untuk lima dimensi literasi di luar baca-tulis. Penelitian ini menyimpulkan bahwa keberhasilan GLS di SLB TNCC bertumpu pada kolaborasi lintas peran guru, kepala perpustakaan, dan kepala sekolah dalam menjembatani kebijakan literasi nasional dengan kebutuhan nyata siswa berkebutuhan khusus.

Item Type: Article
Subjects: 000 Computer Science, Information and System > 020 Ilmu Perpustakaan dan Informasi > 027 Perpustakan, Arsip, Pusat Informasi Umum > 027.8 Perpustakaan Sekolah
Divisions: Fakultas Adab dan Humaniora > S1 Ilmu Perpustakaan
Depositing User: Tazkiya Rahmah
Date Deposited: 15 Sep 2026 04:31
Last Modified: 15 Sep 2026 04:31
URI: https://repository.ar-raniry.ac.id/id/eprint/60724

Actions (login required)

View Item
View Item