T. Akbar Ramadhan, 230101095 (2026) Persepsi Teungku Dayah Madinatul Fata Gampong Lampeuot Terhadap Perjanjian Perkawinan. Skripsi thesis, Universitas Islam Negeri Ar-Raniry Banda Aceh.
T. Akbar Ramadhan, 230101095,FSH,HK.pdf - Published Version
Available under License Creative Commons Attribution.
Download (2MB)
Abstract
Perjanjian perkawinan merupakan salah satu instrumen hukum yang dapat digunakan untuk mengatur hak dan kewajiban suami istri serta memberikan perlindungan terhadap harta dan kepentingan masing-masing pihak dalam kehidupan rumah tangga. Dalam perspektif hukum Islam, perjanjian perkawinan diperbolehkan selama isi dan tujuannya tidak bertentangan dengan syariat. Sementara itu, dalam hukum positif Indonesia, perjanjian perkawinan telah diatur dalam Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1974 tentang Perkawinan dan Kompilasi Hukum Islam serta diperluas melalui Putusan Mahkamah Konstitusi Nomor 69/PUU-XIII/2015. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pemahaman dan dasar argumentasi Teungku Dayah Madinatul Fata Gampong Lampeuot terhadap konsep perjanjian perkawinan dalam perspektif hukum Islam serta mengetahui praktik dan sikap mereka terhadap perjanjian perkawinan. Penelitian ini menggunakan pendekatan sosiologis hukum dengan jenis penelitian yuridis empiris dan metode kualitatif. Data diperoleh melalui wawancara terhadap enam Teungku Dayah Madinatul Fata Gampong Lampeuot, kemudian dianalisis secara deskriptif dan deduktif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa seluruh Teungku yang menjadi informan pada dasarnya membolehkan perjanjian perkawinan selama isi perjanjian tidak bertentangan dengan syariat Islam. Dasar argumentasi mereka bersumber dari Al-Qur'an, hadis, kaidah fikih, serta pendapat ulama mazhab Syafi'i yang terdapat dalam kitab-kitab fikih klasik. Meskipun demikian, perjanjian perkawinan tidak dipandang sebagai suatu kewajiban bagi setiap pasangan, melainkan diperlukan apabila terdapat kebutuhan tertentu, seperti perlindungan hak dan kewajiban suami istri, pengaturan harta, dan pencegahan sengketa rumah tangga. Persepsi para Teungku lebih banyak dipengaruhi oleh latar belakang pendidikan keagamaan, tradisi keilmuan mazhab Syafi'i, pengalaman mengajar, serta tingkat pengetahuan terhadap hukum positif Indonesia. Dengan demikian, Teungku Dayah Madinatul Fata Gampong Lampeuot menerima perjanjian perkawinan secara normatif sebagai bentuk vi kesepakatan yang dibolehkan dalam Islam, dengan syarat tidak bertentangan dengan prinsip-prinsip syariat dan bertujuan mewujudkan kemaslahatan dalam kehidupan rumah tangga.
| Item Type: | Thesis (Skripsi) |
|---|---|
| Subjects: | 200 Religion (Agama) > 2X0 Islam > 2X4 Fiqih > 2X4.3 Hukum Perkawinan (Munakahat) |
| Divisions: | Fakultas Syariah dan Hukum > S1 Hukum Keluarga |
| Depositing User: | T. Akbar Ramadhan |
| Date Deposited: | 02 Sep 2026 02:33 |
| Last Modified: | 02 Sep 2026 02:33 |
| URI: | https://repository.ar-raniry.ac.id/id/eprint/61087 |
