Havna, 241008024 (2026) Pengaruh Label Halal, Kualitas Produk, Kesadaran Halal, Persepsi Konsumen Terhadap Minat Beli Dengan Religiositas Sebagai Variabel Moderasi (Kajian Terhadap Konsumen Kuliner Di Banda Aceh). Tesis thesis, Universitas Islam Negeri Ar-Raniry Banda Aceh.
Tesis_Havna_241008024_Sidang Akhir_Munaqasyah (4).pdf - Published Version
Available under License Creative Commons Attribution.
Download (4MB)
Abstract
Minat beli konsumen terhadap produk kuliner halal di Kota Banda Aceh dipengaruhi oleh berbagai faktor pemasaran dan religius dalam konteks sosial masyarakat yang menerapkan nilai-nilai syariat Islam. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh label halal, kualitas produk, kesadaran halal, dan persepsi konsumen terhadap minat beli dengan religiositas sebagai variabel moderasi. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei terhadap 384 responden. Data dianalisis menggunakan Structural Equation Modeling (SEM) berbasis Partial Least Square (PLS) dengan bantuan SmartPLS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa seluruh variabel utama berpengaruh positif dan signifikan terhadap minat beli konsumen kuliner di Kota Banda Aceh. Kesadaran halal menjadi variabel yang paling dominan dalam mempengaruhi minat beli, diikuti oleh persepsi konsumen, kualitas produk, label halal, dan religiositas. Temuan ini menunjukkan bahwa minat beli konsumen tidak hanya dipengaruhi oleh atribut halal formal, tetapi juga oleh pengalaman konsumsi dan persepsi konsumen terhadap produk kuliner. Pada pengujian moderasi, religiositas terbukti memoderasi hubungan antara label halal dan minat beli dengan arah negatif, serta memoderasi hubungan antara kesadaran halal dan minat beli dengan arah negatif yang lebih kuat. Sebaliknya, religiositas memoderasi hubungan antara persepsi konsumen dan minat beli dengan arah positif. Namun, religiositas tidak memoderasi hubungan antara kualitas produk dan minat beli konsumen. Temuan ini menunjukkan bahwa religiositas tidak selalu memperkuat pengaruh atribut halal terhadap minat beli, tetapi dalam konteks tertentu justru dapat mengurangi ketergantungan konsumen terhadap atribut halal formal seperti label halal. Dalam konteks masyarakat Kota Banda Aceh yang memiliki norma sosial religius kuat dan regulasi halal berbasis syariat, konsumen cenderung mengasumsikan bahwa produk kuliner telah halal tanpa harus sepenuhnya bergantung pada label halal formal (halal presumtif), sedangkan kualitas produk tetap dipersepsikan sebagai kebutuhan dasar yang bersifat universal bagi seluruh konsumen.
| Item Type: | Thesis (Tesis) |
|---|---|
| Subjects: | 200 Religion (Agama) > 2X0 Islam > 2X4 Fiqih > 2X4.9 Aspek Fiqih Lainnya > 2X4.91 Makanan dan Minuman |
| Divisions: | Program Pascasarjana > S2 Ekonomi Syariah |
| Depositing User: | Havna Havna |
| Date Deposited: | 23 Sep 2026 04:49 |
| Last Modified: | 23 Sep 2026 04:49 |
| URI: | https://repository.ar-raniry.ac.id/id/eprint/61351 |
