Evaluasi Efektivitas Strategi Komunikasi Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) Aceh Dalam Pengawasan Isi Siaran Televisi Lokal di Aceh

Acik Nova, 241007005 (2026) Evaluasi Efektivitas Strategi Komunikasi Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) Aceh Dalam Pengawasan Isi Siaran Televisi Lokal di Aceh. Tesis thesis, Universitas Islam Negeri Ar-Raniry Banda Aceh.

[thumbnail of Evaluasi Efektivitas Strategi Komunikasi Komisi Penyiaran Indonesia] Text (Evaluasi Efektivitas Strategi Komunikasi Komisi Penyiaran Indonesia)
Acik Nova, 241007005, PASCASARJANA.pdf - Published Version
Available under License Creative Commons Attribution.

Download (2MB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengevaluasi efektivitas strategi komunikasi Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) Aceh dalam pengawasan isi siaran televisi lokal di Aceh. Penelitian menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan analisis kritis serta landasan teori agenda setting. Informan ditentukan melalui teknik purposive sampling yang meliputi Ketua KPI Aceh, Koordinator dan staf Bidang Pengawasan Isi Siaran, serta Manajer Program televisi lokal. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam, observasi, dan studi dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa KPI Aceh menerapkan strategi komunikasi regulatif yang memadukan pendekatan persuasif-edukatif dengan prinsip kepastian hukum. Strategi ini diwujudkan melalui sosialisasi regulasi, dialog, klarifikasi, bimbingan teknis, serta eskalasi menuju sanksi administratif apabila pendekatan persuasif tidak efektif. Saluran komunikasi yang digunakan bersifat multimodal, meliputi surat resmi, komunikasi digital, pertemuan langsung, serta media daring, dengan pola komunikasi dua arah yang membuka ruang partisipatif bagi lembaga penyiaran. Pengawasan isi siaran dilaksanakan melalui mekanisme pasca-tayang berbasis perekaman digital, pemantauan terjadwal dan insidental, serta proses klarifikasi dan penindakan yang deliberatif dan transparan.Secara umum, strategi komunikasi KPI Aceh cukup efektif dalam membangun kepatuhan prosedural lembaga penyiaran. Namun, kepatuhan yang terbentuk masih bersifat normatif dan situasional, bergantung pada intensitas pengawasan dan potensi sanksi, sehingga belum sepenuhnya terinternalisasi sebagai kesadaran regulatif berkelanjutan. Penelitian ini juga mengidentifikasi kendala berupa keterbatasan kewenangan pra-tayang, sumber daya manusia dan teknis, kondisi geografis Aceh, perbedaan kapasitas lembaga penyiaran, serta pola komunikasi yang masih cenderung reaktif. Temuan ini menegaskan perlunya penguatan pembinaan preventif dan strategi komunikasi berkelanjutan guna mendorong transformasi budaya kepatuhan dalam penyiaran lokal

Item Type: Thesis (Tesis)
Subjects: 300 Sociology and Anthropology (Sosiologi dan Antropologi) > 302 Interaksi sosial > 302.2 Komunikasi > 302.23 Media (Sarana Komunikasi)
Divisions: Program Pascasarjana > S2 Komunikasi dan Penyiaran Islam
Depositing User: Acik Nova
Date Deposited: 02 Oct 2026 03:29
Last Modified: 02 Oct 2026 03:29
URI: https://repository.ar-raniry.ac.id/id/eprint/61473

Actions (login required)

View Item
View Item