[error in script]
Download (1MB) | Preview
Abstract
Pola hidup seseorang bisa diperbaiki dengan bahasa yang digunakan. Bahasa sebagaimana terdapat dalam ungkapan sehari-hari bisa membantu mengubah cara pandang tentang cara hidup dari yang biasanya rentan terkena penyakit bisa menjadi sehat. Benarkah? Contohnya? Bagaimana caranya? Dalam kehidupan sebahagian masyarakat Aceh, misalnya, banyak bahasa yang digunakan cenderung menimbulkan penyakit-penyakit fatal bagi tubuh. Seperti penyakit stroke, darah tinggi, serangan jantung, ginjal, dan sebagainya. Pada suatu kenduri atau pesta, misalnya, lazimnya sebahagian masyarakat Aceh akan menanyakan apakah kenduri yang dilaksanakan besar atau kecil. Pertanyaan-pertanyaan tersebut tentunya menggunakan bahasa sebagai alat komunikasi sekaligus memberi makna tertentu. Ungkapan-ungkapan bahasa masyarakat inilah yang dianalisis dalam tulisan ringkas ini. Konsep skala kenduri besar atau kecil dalam masyarakat kampung di Aceh, tergantung makanan apa yang disediakan. Biasanya akan ditanyakan, “Rayeuk ikhanduri? Puna jisie leumo?”, yang terjemahan kata demi katanya adalah: “Apakah kendurinya besar? Apakah ada dipotong lembu?” Maksudnya, apakah di kenduri tersebut disediakan masakan daging lembu. Jika jawabannya ya, maka biasanya kendurinya agak besar. Namun jika tidak, pesta itu difahami kecil skalanya.
| Item Type: | Book Section |
|---|---|
| Subjects: | 400 Languages (Bahasa) |
| Divisions: | Fakultas Tarbiyah dan Keguruan > S1 Pendidikan Bahasa Inggris |
| Depositing User: | Dr. Jarjani Usman |
| Date Deposited: | 17 Nov 2021 03:39 |
| Last Modified: | 17 Nov 2021 03:39 |
| URI: | https://repository.ar-raniry.ac.id/id/eprint/18643 |
