Yafiqa Assalma, 160104001 (2021) Analisis Perbandingan Ancaman Pidana Terhadap Penyebar Berita Hoax Dalam Undang-Undang No.19 Tahun 2016 Tentang Informasi Dan Elektronik Dan Hukum Pidana Islam. Skripsi thesis, UIN Ar-Raniry Banda Aceh.
Yafiqa Assalma, 160104001, FSH, HPI, 081342529437.pdf
Download (2MB)
Abstract
Hoax merupakan sebuah pemberitaan palsu dalam usaha untuk menipu atau mempengaruhi pembaca untuk menpercayai sesuatu, kata hoax juga berasal dari inggris yang artinya tipuan, menipu, berita bohong, berita palsu, dan kabar burung. hoax ini dapat di artikan sebagai suatu informasi palsu. Permasalahan dalam penelitian ini adalah bagaimana Analisis perbandingan ancaman pidana bagi pelaku penyebaran berita hoax dalam Undang-Undang No. 19 Tahun 2019 dan bagaimana pandangan Hukum Pidana Islam terkait dengan ancaman pidana penyebaran berita hoax di media sosial dalam ketentuan UU ITE ,dalam penelitian ini penulis menggunakan pembahasan metode deskriptif analisis, yaitu suatu metode yang berfungsi untuk mendeskripsikan atau memberi gambaran terhadap objek yang diteliti melalui data dan sample yang telah terkumpul. Pendekatan yang digunakan adalah pendekatan yuridis Normatif, yaitu penelitian hukum yang dilakukan dengan cara meneliti bahan pustaka atau data sekunder. Hasil dari penelitian ini penerapan Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2008 yang diubah dengan Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2016 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik belum diterapkan secara baik secara hukum Positif Undang�Undang Penyebaran hoax yang telah diatur sebagai perbuatan pidana dalam hukum positif Indonesia masih memiliki definisi dan spesifikasi yang sangat terbatas perlu adanya suatu regulasi yang terbaru terakait dengan ancaman pidana bagi penyebar hoax sehingga pelaku benar-benar merasa jera sedangkan menurut hukum pidana islam telah ditegaskan bahwa hoax disini mendapat hukuman ta‟zir yang berupa hukuman kawalan tidak terbatas. Memang secara hukum, hukuman ta‟zir ini tidak mengatur sanksi nya secara jelas hanya saja pada ketentuan nya di berikan kepada ulil amri atau penguasa untuk memberikan sanksi sesuai dengan perbuatan, seperti Hukuman kurungan tidak terbatas, terhukum terus dikurung sampai ia menampakkan taubat dan baik pribadinya atau sampai ia mati. Bahwa masa hukuman kurungan tidak ditentukan terlebih dahulu karena hukuman ini tidak terbatas, bahkan sampai terhukum mati.
| Item Type: | Thesis (Skripsi) |
|---|---|
| Additional Information: | Pembimbing : 1. Sitti Mawar, S.Ag.M.H 2. Muhammad Iqbal, MM |
| Keywords (Kata Kunci): | Hoax |
| Subjects: | 500 Sciences (Ilmu Pengetahuan Alam dan Matematika) > 510 Mathematics (Matematika) > 515 Analisis |
| Divisions: | Fakultas Syariah dan Hukum > S1 Hukum Pidana Islam |
| Depositing User: | Yafiqa Assalma Assalma |
| Date Deposited: | 16 Feb 2022 17:18 |
| Last Modified: | 16 Feb 2022 17:18 |
| URI: | https://repository.ar-raniry.ac.id/id/eprint/19854 |
