Sejarah Irigasi Abu Daud Beure'ueh di Beureunuen Pidie

Shahibul Mannan, 210501041 (2026) Sejarah Irigasi Abu Daud Beure'ueh di Beureunuen Pidie. Skripsi thesis, Universitas Islam Negeri Ar-Raniry Banda Aceh.

[thumbnail of Membahas tentang sejarah irigasi Abu Daud Beureueh] Text (Membahas tentang sejarah irigasi Abu Daud Beureueh)
SKIRPSI SHAHIBUL MANNAN (210501041), FAH, SKI..pdf - Published Version
Available under License Creative Commons Attribution.

Download (3MB)

Abstract

Penelitian ini berjudul “Sejarah Irigasi Abu Daud Beureueh di Beureunuen, Pidie”. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kapan dan dalam konteks apa Abu Daud Beureueh membangun irigasi, bagaimana proses pembangunannya, serta apa manfaatnya bagi masyarakat. Metode yang digunakan adalah metode sejarah dengan pendekatan kualitatif melalui studi pustaka, wawancara, observasi, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembangunan irigasi dilakukan sekitar tahun 1963, setelah beliau kembali dari keterlibatan politik dan militer. Konteks pembangunan ini dilatarbelakangi oleh seringnya banjir musiman dan kegagalan panen yang menimpa masyarakat Beurenuen, sementara pemerintah daerah belum mampu memberikan solusi nyata. Melihat kondisi tersebut, Abu Daud Beureueh berinisiatif menggagas pembangunan saluran irigasi sebagai bentuk tanggung jawab sosial dan religious. Proses pembangunan irigasi dilakukan secara gotong royong dengan melibatkan ribuan masyarakat secara sukarela. Dengan kharisma dan kepemimpinan yang berlandaskan nilai agama, Abu Daud Beureueh berhasil memobilasasi tenaga masyarakat untuk menggali aluran sepanjang ±17 kilometer. Seluruh proses dikerjakan dengan peralatan sederhana, namun dapat diselesaikan dengan baik berkat semangat kolektif dan keyakinan bahwa pekerjaan tersebut merupakan amal ibadah. Manfaat irigasi ini sangat besar bagi masyarakat. Selain mengatasi banjir musiman, irigasi Abu Daud Beureueh mampu meningkatkan produktivitas pertanian, terutama padi, sehingga memperkuat ketahanan pangan dan kesejahteraan masyarakat Beureunuen. Lebih jauh lagi, keberadaan irigasi tersebut menumbuhkan solidaritas sosial, rasa kebersamaan, serta menjadi simbol kemandirian masyarakat Aceh. Hingga kini, enam saluran irigasi tersebut masih bertahan dan tetap berfungsi, meskipun telah mengalami beberapa perubahan sesuai kebutuhan zaman.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Subjects: 900 Geography and History
Divisions: Fakultas Adab dan Humaniora > S1 Sejarah dan Kebudayaan Islam
Depositing User: Shahibul Mannan
Date Deposited: 29 Jun 2026 08:37
Last Modified: 29 Jun 2026 08:37
URI: https://repository.ar-raniry.ac.id/id/eprint/56214

Actions (login required)

View Item
View Item