IDENTIFIKASI GAYA ARSITEKTUR PADA MASJID RAYA BAITURRAHMAN BANDA ACEH

Muntasar Aprilian, 220701034 (2026) IDENTIFIKASI GAYA ARSITEKTUR PADA MASJID RAYA BAITURRAHMAN BANDA ACEH. Skripsi thesis, Universitas Islam Negeri Ar-Raniry Banda Aceh.

[thumbnail of Arsitektur Masjid Raya Baiturrahman] Text (Arsitektur Masjid Raya Baiturrahman)
LAPORAN TUGAS AKHIR PENELITIAN ARSITEKTUR MUNTASAR APRILIAN 220701034.pdf - Published Version
Available under License Creative Commons Attribution.

Download (10MB)

Abstract

Masjid Raya Baiturrahman Banda Aceh merupakan bangunan monumental yang memiliki nilai historis, religius, dan kultural serta mengalami perkembangan arsitektur melalui berbagai periode. Perkembangan tersebut menghasilkan karakter arsitektur yang memperlihatkan keberadaan beberapa pengaruh gaya dalam satu bangunan. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi karakter arsitektur pada Masjid Raya Baiturrahman Banda Aceh berdasarkan empat unit analisis, yaitu bentuk, struktur, ornamen, dan tata ruang, serta mensintesis keterpaduan karakter tersebut melalui konsep eklektisisme. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data berupa observasi, dokumentasi visual, dan studi literatur. Analisis dilakukan dengan mengidentifikasi dan menginterpretasikan karakter elemen bangunan berdasarkan arsitektur Islam, arsitektur kolonial Belanda, dan arsitektur tradisional Aceh. Hasil penelitian menunjukkan bahwa karakter arsitektur Islam merupakan karakter yang paling dominan dan konsisten karena teridentifikasi pada keempat unit analisis. Karakter arsitektur kolonial Belanda teridentifikasi secara parsial melalui keteraturan dan kesimetrian massa serta fasad, elemen kolom dan dinding masif yang diekspresikan secara visual, veranda, beberapa elemen dekoratif, serta keteraturan orientasi dan sirkulasi ruang. Sementara itu, karakter arsitektur tradisional Aceh teridentifikasi secara terbatas melalui kecenderungan massa bangunan yang memanjang dan II horizontal, beberapa motif flora yang memiliki kesesuaian dengan ragam hias Aceh, serta prinsip hierarki ruang berdasarkan fungsi. Karakter utama Rumoh Aceh, seperti rumah panggung, atap pelana, konstruksi kolom dan balok kayu, pembagian ruang Seuramoe Keue-Tengoh-Likot, serta tulak angen tidak teridentifikasi secara kuat. Sintesis hasil identifikasi menunjukkan bahwa ketiga karakter arsitektur tersebut tidak hadir secara utuh dan setara, melainkan muncul secara selektif pada elemen bangunan dan sebagian mengalami penyesuaian. Keterpaduan tersebut menunjukkan karakter eklektisisme dengan arsitektur Islam sebagai karakter utama yang kemudian disertai karakter kolonial Belanda dan tradisional Aceh pada elemen-elemen tertentu. Dengan demikian, karakter arsitektur Masjid Raya Baiturrahman terbentuk melalui keterpaduan beberapa karakter arsitektur yang tidak membentuk satu gaya secara tunggal, dengan arsitektur Islam sebagai identitas yang paling dominan.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Subjects: 700 Arts and Recreation > 720 Architecture (Arsitektur) > 725 Arsitektur Stuktur Umum > 725.9 Arsitektur Struktur Umum
Divisions: Fakultas Sains dan Teknologi > S1 Arsitektur
Depositing User: Muntasar Aprilian
Date Deposited: 07 Sep 2026 03:19
Last Modified: 07 Sep 2026 03:19
URI: https://repository.ar-raniry.ac.id/id/eprint/60935

Actions (login required)

View Item
View Item